logo belalang

belalang.web.id

Hari Kebangkitan Nasional: Indonesia Bisa!

May 20, 03:55 PM  

harkitnas Hari ini, 20 Mei 2008 diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional. Peringatan tahun terasa istimewa karena ini adalah peringatan 100 tahun berdirinya Budi Utomo, organisasi ini dipercaya sebagai cikal bakal yang menggerakkan semangat kebangsaan. Dengan semangat itu yang akhirnya secara kumulatif menuju kepada kemerdekaan.

Peringatan ini juga bisa jadi memontum untuk mengukur apakah setelah 100 tahun berdirinya Budi Utomo sudah ada kemajuan dari semangat kebangsaan atau semakin meluntur. Atau sudah lebih baikkah kehidupan berbangsa dan bernegara dibanding dulu? Entahlah.

Yang jelas setelah krisis ekonomi 10 tahun lalu rasanya banyak perubahan besar dan gonjang ganjing di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya yang masih kita rasakan dari sekarang. Dengan gonjang ganjing ini apakah masih menyisakan semangat kebangsaan kita? Atau mungkin sudah tergerus? Entahlah…

Maka peringatan Kebangkitan Nasional dengan momen 100 tahun Budi Utomo menjadi relevan. Paling tidak, peringatan ini untuk mengingatkan kembali semangat kebangsaan, semangat kebersamaan yang mungkin selama ini sudah luntur.

Berbagai kegiatan dan kampanye dilakukan untuk menandai hal ini. Dari mulai pencanangan kebangkitan, pawai-pawai dan tidak ketinggalan pesan layanan masyarakat yang ada di stasiun televisi.

Umumnya pesan layanan masyarakat itu bagus-bagus dibuatnya, terutama yang dibuat oleh perusahaan perusahaan besar untuk meningkatkan citranya.

Namun ada yang sedikit mengganggu, yaitu adalah iklan layanan masyarakat dari partai tertentu. Iklan yang sering ditayangkan di stasiun TV ini menonjolkan sang Ketua Umum sedang menunjukkan semangat kebangsaannya dengan melakukan kegiatan sosial. Tidak ada yang salah, tetapi kok sepertinya lebih terasa sebagai iklan pribadi ketimbang menyuarakan kebangkitan nasional. Terlebih dengan slot penayangan yang bejibun tentu tidak sedikit biaya dihabiskan.

Lalu apakah makna sebenarnya yang perlu kita petik dari peringatan 100 tahun kebangkitan nasional ini. Menarik apa yang disampaikan oleh juru bicara Presiden Andi Malarangeng :

“Memang selalu ada tantangan (seperti) harga pangan dan minyak dunia naik, tetapi justru kita kembali menegaskan lagi kebulatan tekad sebagai suatu bangsa untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan nasional,” ujarnya. Ia mengatakan, krisis minyak dan pangan yang terjadi saat ini, tidak akan menahan bangsa Indonesia untuk bangkit.”

“Barangkali momentum 100 tahun ini merupakan salah satu kesempatan, untuk memikirkan apa peran kita agar bangsa Indonesia bisa bangkit. Bangkit di sini, berarti bangkit lebih tinggi lagi bukan selama ini kita tidur, tidak, kita sudah bangkit tetapi harus ada akselerasi lebih tinggi lagi dalam konteks kemajuan bangsa.”

Betul sekali memang dengan halangan apa pun kita harus bangkit, tetapi isu kenaikan BBM yang dikondisikan akhir-akhir ini berikut pro dan kontranya rasanya bisa mengganggu, atau minimal mengurangi kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Bagaimana bisa bangga kalau hidup di negara sendiri kebutuhan makin mahal saja harganya.


Commenting is closed for this article.

Tag

F1 , Gadget , Iklan , Internet , Komputer , Situs ini , Ubuntu , Umum

Cari tulisan

Search

Tracking
Komentar terakhir Tulisan terakhir Sindikasi

RSS / Atom